This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, 2 December 2011

novel

FANS
{diambil dari kisah nyata seseorang yang dirahasiakan namanya}

Ada anak yang namanya Ana. Dia sekolah di SMPN 1 Surabaya. Anaknya cantik, nggak putih juga hitam, manis, kata temen-temennya dia lucu. Dia tuh punya mantan dulu di SDnya dan pernah suka sama temen SDnya. Setelah masuk SMP dia naksir sama anak sekelasnya namanya Heri. Setelah tau bahwa HERI  punya pacar, dia sich sedih tapi Cuma sebentar, karena pada saat ulangan semester duduknya anak kelas VII bareng sama kakak kelas, nah kelas VII D satu ruangan dengan VIII D. Dia duduk bareng kakak namanya kak Fia. Kak Fia absent no. 20 dan Ana juga no. 20. Temanya yang no. 19 namanya Elsa duduk bareng sama anak laki-laki namanya Gana yang juga no. 19. Saat hari jum’at, Ana sama si Gana tuh nggak sengaja saling berpandangan lama banget kayak orang lagi ngelamun. Ana sama si Gana sadar saat kedua-duanya di kagetkan dengan suara bel masuk. Setelah kejadian itu Ana sering sekali cari informasi tentang kak Gana.
          Akhirnya banyak anak sekelasnya yang tau kalo dia suka ama kak Gana. Ciri-cirinya adalah putih, tinggi,manis, rambutnya agak josh, Ana sering lihat dia main sepak bola di lapangan dekat sekolahan. Kalau masalah alamat rumah, Elsa sama Ana pernah jalan bareng soalnya mau ke rumah Elsa. Tau-taunya ketemu sama Kak Gana. Mereka sich sebenernya mau ngikutin cuman sayang temen-temennya keburu datang. Tapi Elsa tau kalau Kak Gana rumahnya di belakang masjid, masjidnya agak kecil dikit. Sampai-sampai Ana tuh fotocopi jadwal yang lengkap mulai kelas VII A sampai IX G, gara-gara pingin tau jadwal kelas VIII D. “Tolong dong antarkan aku ke kopsis, aku mau fotocopi jadwal”. Pinta Ana. “Duh duh ada yang TC nih sampai fotocopi jadwal segala lengkap lagi duh duh’. Kata Maya. “TC tuh apaan sich”. Tanya Ana. “TC tuh terlanjur cinta”. Jawab Lia.
Dan yang paling Ana hafal yaitu jadwal olahraga dan agama. Olahraganya VIII D tuh hari Kamis, dan agamanya hari Jum’at dan hari Sabtu jam terakhir, ada pelajarannya wali kelasnya Ana. Ada juga temennya kak Gana perempuan namanya Anggi. Kak Anggi suka sama temennya Ana namanya Yono. Ana menggunakan kesempatan itu untuk cari informasi tentang kak Gana. Saat istirahat Ica lihat Ari temennya kak Gana diduduki oleh seorang temennya cowoxnya tapi nggak tau siapa soalnya dia hadap belakang. Ica lansung lari cari Ana, “An gawat kak Ari tadi habis tengkar sama cowox tapi aku nggak tau siapa”. Ana langsung lari cari Maya. Soalnya Maya ngefans sama kak Ari. “May, kak Ari tadi habis tengkar sama cowox tapi nggak tau siapa”. “Dimana tengkarnya?”.
“Dibelakang kelasnya VIII G”. Maya langsung lari ke dekat jendela
tapi, dia tidak melihat siapa-siapa disitu. “Nggak ada siapa-siapa disini”. “May, itu tu ke kantin lewat depan. Aku lihat mereka keluarnya dari jalan kecil sebelahnya masjid, itu kan jalan keluar dari belakang kelas kita”. “ Iya ya aduh gawat nich”. Tapi lama mereka berbincang-bincang tentang kak Ari, mereka bosan lalu mereka langsung ke kamar mandi. Tapi Elsa langsung menarik tangan Ana dan berbisik, “Sini dech, ada sebuah kabar”. Kabar apaan sich?”. Tanya Ana heran dan sedikit mengerutkan dahi yang telah bercucuran keringat. “Gini tadi Eni Tanya tentang kak Gana gitu ke aku”. Jawab Elsa dengan tangan diayun-ayunkan.
Itu sudah jadi kebiasaan Elsa jika menceritakan berita yang sangat mengagetkan seperti tadi. “Ok lah nanti akan aku bicarakan lagi dengan Maya”. Balaz Ana sambil berlari karena suadah ditinggal Maya. Setelah dari toilet Ana dan Maya tak langsung masuk karena setelah Ana dan Maya naik keubin depan kelas, Anak VIII D lewat tapi cowox aja. Maya yang tau kalo Ana yang suka sama kak Gana langsung manggil kak Gana, “Kak Gana nich dicariin Ana nich”. Secara spontan Ana langsung menutup mulut Maya dan langsung meyeretnya masuk. “Kamu nich apaan sich pake’ acara manggil-manggil gitu bilang dicariin aku lagi jail amat sich”. Tanya Ana sambil melepas tangannya dari mulut Maya dan agak sedikit cemberut.
“Duh katanya kelompok “THE JAILS” Ya harus jail dong”. Bales Maya dengan sedikit tertawa. “Tapi tuh terlalu jailnya kalo ketahauan temen cewexnya bisa  gawat tau”. Kata Ana dengan nada sedikit marah campur malu, saneng, sedih pokoknya campur aduk. “Duh duh marah nich ye. Gitu aja marah sich seyum dikit dong. Janjinya mana {“THE JAILS”} kan sudah janji akan selalu {“HAPPY Dan JAIL”}”. “ Tau dech cape’ aku. Eh ngomong-ngomong nich tadi Elsa bilang ke aku kalo Eni nanya-nanya tentang kak Gana”. Kata Ana sambil duduk di bawah meletakan tangannya dibelakang dan memiringka kepalanya. “Serius? Masa sich nggak cemburu”. Jawab Maya dengan ikut duduk di bawah.
Tak beberapa lama Lina dan Lia datang, “Eh ada kabar nich Pras suka sama Mely”. Celutus Lia begitu ikut duduk. “Ha iya ta, nggak nyangka kalo Pras yang hitam suka sama Mely yang putihnya kayak gitu”. Sepontan Maya jawab. Tiba-tiba Teng…..teng…..teng…..teng bel pulang berbunyi. Semua berdo’a setelah itu berhamburan keluar kayak bebek dilepas dari kandang untuk mandi. “Aduh evaluasi lagi hari ini”. Gerutu Ana karena dia sudah berharap pulang cepat dan tidur siang. Dia sudah terlalu lelah, upacara bendera setelah itu olahraga, tadi ulangan matematika sekarang evaluasi. Dia segera berlari ke ruang Osis berharap tak ada evaluasi, tapi harapan tinggal harapan. “Ayo masuk cepet”. Kata Mas Rico.
Evaluasi hari ini tak serame biasanya karena yang datang hanya sedikit. Tema evaluasi hari adalah membicarakan maulid nabi dan makan bersama seluruh pengurus osis setelah hari maulid nabi. Mas Rico membuka rapat, setelah Satu jam lebih evaluasi ditutup. Semua pulang. Pagi-pagi sekali Ana sudah datang. Sudah jadi kebiasaannya datang pagi karena apa hari Selasa adalah hari kesenengannya. Karena ada pelajaran computer. “Eh An, kamu sudah buat cerpennya”. Dari belakang tiba-tiba Lina datang dan mengageti Ana. “Aduh tak tau orang lagi pusing kayak gini malah dikagetin bisa jantungan aku”. Sentak Ana dengan sedikit cemberut.
“Sorry girl, katanya “THE JAILS” harus jail dong lucu kalo nggak jail”. Balez Lina dengan sedikit tertawa. Sudah jadi sifat pokok Lina setelah Satu bulan jadi anggota “THE JAILS”. Dia terus gangguin Ana kalo nggak Maya dan juga Lia. Beberapa menit kemudian datang Santi. Cewex yang latah dan sedikit tomboy. “Eh aku belum buat cerpen nich gimana dong”. Cerocos Santi. Dia paling suka kalo bicara tuh langsung ceplas-ceplos gitu aja nggak pakai dipikir dulu. Tapi anak-anak menggangap itu hanya lelucon kelas VII D. Diantara kelas-kelas lain hanya kelas VII D yang anaknya aneh-aneh.
Sudah banyak anak yang datang tinggal Maya yang belum datang. Maya selalu datang ngepres atau ditelat telatkan. Tak lama kemudian Maya datang. Ana mulai kejailannya. “Duh siapa yang kemarin hari sabtu habis lirik-lirikan di BK hayo”. Anak-anak yang pada heran langsung nanya, “emang siapa sih An”. “Heri sama Maya gitu lho ada saksinya Alfino, tanya aja sama dia iyakan Fin”. Jawab Ana. “Iya memang kemarin Maya Sama Heri saling perpandangan”. Ulang Alfino. “Ciye”. Kata anak-anak serempak.
Dengan spontan Maya lansung ke depan kelas. “Eh semua jangan percaya sama Ana. Heri Cuma guyon aja kok”. “Guyo ta guyon”. Sindir Josh. Ketua kelas VII D. “Iya kita Cuma main-main aja kok”. tambah Heri sambil ikut ke depan kelas. “Aduh saling membela nich”. Sambung Hari. “Tapi akukan udah punya pacar”. Tambah Maya. Karena Maya merasa dia dipojokkan.
Eh kita semua tidak ngurus kamu punya pacar apa belum kita hanya mengutarakan fakta ya kan”. Sahut Runi. “Iya iya betul itu”. Anak-anak ikut jawab dengan serempak. “Tau dech kalian tuh nggak tau yang sebenarnya kan nggak usah ikut-ikut dong”. Cetus Maya. “Eh ada satu kabar lagi. Siapa yang saat olahraga kemarin ikut dalam grup voliku”. Tanya Rita. Ana, Maya, Lina, Josh, Heri, Hari dan Tio serempak angkat tangan. “Nah pasti tau kan kejadiannya. Saat bola Voli lari kebelakang Maya dikejar sama Maya. Padahal sudah tau dikejar Maya gitu Heri masih ikut ngejar dan begitu sebaliknya, saat bola jatuh lagi lalu dikejar Heri udah tau dikejar Heri Maya malah ikut ngejar lucu bangetkan. Bola satu dikejar berdua mesrakan”. “Duh kalo jodoh nggak kemana”. Kata Putra sambil tertawa.
“Eh tunggu kurang satu kabar lagi. Di kantin Heri tadikan beli tahu dibagian utara. Setelah itu Maya datang buat beli permen, Heri langsung ngomong gini “Maya lagi Maya Lagi” dan Maya bilang gini “Heri lagi Heri lagi” Dan Setelah itu Maya sama Heri serempak bilang “Sebel aku” Lucukan”. Kata Ayu. “Dari sekian cerita yang ku dengar ternyata memang benar Maya bukan jodoh sama kak Saiful walau pun mereka saling cinta karena Maya jaodoh sama Heri teman sekelasnya”. Sambung Sita. Maya langsung lari ke toilet dan Ana mengikutinya dari belakang. Hari Rabunya anak kelas VII D ada tugas bersihin bagian depan pojok kolam. Tugas itu diberi sama guru matematika. Setelah selesai bersih-bersih ternyata pelajaran PLH ya sudah dilanjutin aja. Tapi saat Pelajaran PLH bersamaan dengan anak VIII D, dan pastinya Ana ketemu sama kak Gana. Tapi anehnya saat ketemu sama kak Gana, Ana malah sedih pinginnya nangis. Dia langsung lari ke toilet.
Setelah diselidiki ternyata Ana nangis karena temen sekelas kak Gana nyebut kak Wulan tuh pacarnya kak Gana. Emang bener tapi Ana tuh minder. Anak-anak semua tau kalo Ana minder karena itu. {“Aku ini memang nggak pantas tapi mengapa perasaan suka itu masih ada. Aku benci.”}. Guman Ana dalam hati lalu meneteskan air matanya. {“Tidak ada yang salah. Karena ini disebabkan oleh perasaan suka”}. Gumannya lagi dalam hati dan terus meneteskan air mata.


       Setelah pelajaran terakhir Ana dan Maya nggak langsung pulang. Karena Maya diajak ketemuan sama Yudi. Tapi sialnya Ana diajak juga. Setelah bicara-bicara, akhirnya Maya bilang ke Yudi kalo Ana suka sama temenya namanya kak Gana. “Eh Yud ini yang namanya Ana. Dia suka sama temenmu, Gana”. Kata Maya. “Oh jadi yang minta nomernya Gana lewat kamu tuh ini”. Tanya kak Yudi. “May”. Sentak Ana pada Maya karena malu. Dan pipinya sedikit merah. “Aduh tenang nggak akan bocor kok”. Tambah kak Yudi. Dan detik itu, kak Ari lewat.
Ana langsung narik Maya, “Eh May lho nggak suka lagi sama kak Ari”. Tanya Ana. “Eh masih dong”. Jawab Maya. Setelah ngomong itu Maya mandang ke jalan, dan Maya kaget ternyata di sana ada Saiful pacar Maya. Dia langsung lari ke luar sekolahan, “Eh kelihatannya ada Saiful dech”. Ana langsung ke mbak Emi dan bilang kalo ada Saiful, dan dia ikut keluar sekolahan, “May tunggu dong”. “Duh gawat kak Ari yang beritahu makanya Saiful langsung lari ke sana”. Kata Maya. Lalu Ana memandang ke seberang, dan kak Ari langsung mandang balik Ana dan sedikit tertawa. “Iya May, memang kak Ari yang beritahu”. Kata Ana dan mereka segera pulang.
Seperti biasanya Ana datang pagi-pagi. Dan disusul oleh Elsa, lalu Ica. Semua sudah datang tinggal Maya. Sudah jadi kebiasaan Maya datang telat. Setelah bel masuk, kalo masih nggak ada gurunya anak-anak biasanya cerita-cerita. Nah Lia tu kan ketularan Santi latah, anak-anak pada jail. Lia buat latah”{Josh josh josh}{Cintaku cintaku}”. Ya namanya Lia dia paling tidak bisa marah apalagi cemberut. Karena dia anaknya periang. Waktu pulang telah tiba. Hari itu hari Jum’at.
Dan sholat Jum’atnya waktunya anak keals VIII. Ana dan Maya nggak langsung pulang karena mereka nunggu mbak Eca. Dan saat itu kak Gana lewat saat Ana dan Maya sudah ada di hutan. Dibelakangnya Kak Gana itu ada kak Yudi. Dan kak Yudi tau di situ ada Ana dan kalo ada Ana pasti ada Maya. Kak Yudi pasti malu dong. Dan Maya pun tau. Akhirnya Ana dan Maya pindah ke tempat duduk lain. Agak lama Ana dan Maya duduk di situ, kak Yudi datang sama kak Gana. Ana merasa kaget dan langsung menundukkan kepala. Kak Gana langsung duduk di tempat lain tapi dekat dengan tempat yang di duduki oleh Ana dan Maya. “Kak sampean kok berubah sich”. Tanya Maya. “Berubah gimana? Kalo ada yang dirubah tak rubahnya tapi yang gimana?”. Tanya balik kak Yudi. Saat kak Yudi dan Maya enak bicara-bicara, kak Gana pergi, “Gan mau kemana sich”. Tanya kak Yudi sambil ngikutin kak Gana dari belakang. Setelah itu hujan ya udah Ana dan Maya pulang. Malam harinya Ana mimpiin kak Rico. Besoknya dia cerita ke Lia dan Sita klo dia suka sama Heri. Besoknya lagi dia cerita klo sifatnya Kak Rico berubah pada Ana. Kak Rico selalu senyum sama Ana. Klo ngomong pun dia sedikit tertawa. Dan lama-kelamaan Ana suka sama kak Rico dan dia cerita sama Lia, Sita, Ica, dan Elsa. Dan sekarang kak Gana tergeser dari hati Ana dan daftar cowox yang difans sama Ana. Ana sedih sich kenapa harus kak Gana yang tergeser bukan Heri yang sudah dari dulu Ana ngefansnya. Ana sering mimpi kak Rico. Sudah Satu bulan terakhir ini Ana mimpi kak Rico. Tadi temennya Ana ada yang pingsan. Makin lama anak-anak semakin berkumpul. Karena kelas VIII G denger klo ada yang pingsan akhirnya semua kesana. Dan saat Ana didekat pintu kak Rico masuk. Ana langsung menoleh kebelakang dan berkata”Minyak kayu putihnya mana cepet”. Ana ga’ ajak bicara kak Rico tapi malah kak Rico yang tanggap. Dan dia langsung lari ke UKS. Sekarang Ana udah ga”ngefanslagi sama Kak Gana, tapi sekarang dia udah kualat, Ana sekarang jatuh cinta sama kak Rico. Ana sekarang suka senyum-senyum sendiri klo habis ketemu kak Rico. Ana sudah lupa akan segalanya,  sahabatnya,  walau dia ga’ ada sahabat akrab dia ga’ apa apa. Karena dia sekarang yang dipikirannya adalah hanya kak Rico. Ketua osis SMPN 1 Surabaya. Dia sampai lupa semua pelajaran, rumus-rumus pun ada yang lupa gara-gara setiap hanya mikirin kak Rico. Sampai anak-anak ngira Ana sudah cinta mati, terlalu cinta, tergila-gila sama ketua osis itu. Saat Ana bincang-bincang sama anak-anak, “ Eh An apa sich bagusnya kak Rico kok kamu sampai jatuh cinta gitu, tampan ga’ ganteng ga’, mending kak Gana ganteng ada, setia ada”. Kata Ica. “ Karena…..ada Maya ga’ di kelas”. Tanya Ana sebelum dia melanjutkan katanya. “Ga’ ada kok emang kenapa sich”. Tanya Elsa sedikit heran. “Soalnya Maya kan dulu suka sama kak Rico. Suka banget malah sampai muji-muji lagi. Tapi sayang sekarang Maya benci banget sama kak Rico. Makanya ku takut klo Maya tau klo aku suka sama kak Rico. Takut dia marah. Gini, aku tuh juga ga’ tau. Aku suka dia, soalnya dia tegas, ga’ plinpalan”. Ana melanjutkan jawabannya. Sekarang mereka sudah lupa akan masalah cowo’. Satu masalah telah selesai. Tapi masalah baru muncul lagi dan itu menyerbu Ana dan Maya. Sudah berminggu-minggu masalah itu meliliti Ana dan Maya.   


             to be continued