Sunday, 5 June 2011


HIDUP DEMI CINTA

Akhir-akhir ini Galang sakit-sakitan. Kadang-kadang batuk-batuk, kadang-kadang panas tinggi, pokoknya sakitnya tidak menentu. ”Dok, apa penyakit yang diderita oleh Galang?”. “Maaf saya masih belum bisa memastikan penyakit apa yang diderita nak Galang kita tunggu saja hasil pemeriksaan laboratorium”. Selama Satu bulan Galang sakit-sakitan dan dokter akhirnya tau hasil pemeriksaan loboratorium bahwa Galang positif terkena penyakit tumor jantung.Untung saja Silvia tunangannya, cepat membawanya ke rumah sakit kemarin. Tetapi tumor jantung itu belum sampai menyebar keseluruh tubuh. Tetapi dokter tetap menganjurkan agar Galang dirawat inap di rumah sakit “Kasih Ibu”. Silvia pun setuju saja karena itupun demi keselamatan tunangannya. Sudah satu minggu Galang dirumah sakit keadaanya pun semakin buruk. Silvia khwatir tumor itu akan menyebar keseluruh tubuh.  
Dan Galang pun harus untuk rutin makan, Minum obat, dan terapi. Terapi untuk tumor yang diderita Galang tidak menyebabakan kerontok pada rambut. Silvia pun segera menghubungi keluarga Silvia dan Galang. “Bu, Galang masuk rumah sakit karena terkena penyakit tumor jantung”. Paginya seluruh keluarga datang ke rumah sakit. Galang terlihat bahagia melihat kelurganya datang menjenguk. Setelah beberapa menit mereka berbincang-bincang, Galang langsung sesak nafas, batuk-batuk, Silvia langsung berlari memangil dokter. Mereka akhirnya menunggu di luar. Beberapa menit kemudian dokter keluar, “Maaf saya telah berusaha menahan tapi tuhan yang menghendaki”. “Maksud dokter apa?”. “Tumor jantungnya telah menyebar keseluruh tubuh”.
Mamanya Galang sepontan pingsan setelah mendengar kabar itu. Dia langsung dimasukkan ke ruang ICU. Silvia menuju ke kamar Galang, “Lang mamamu masuk ruang ICU karena pingsan setelah mendengar kabar bahwa…..”. Silvia terdiam sejenak. “Mengapa kau diam katakan apa yang terjadi?”. “Bahwa kamu terkena tumor jantung dan sudah menyebar ke seluruh tubuhmu”. Tak disangka Galang langsung sesak-sesak. “Galang, Galang, dokter, suster tolong, Galang, Galang bangun, bangun”. Beberapa menit kemudian dokter datang. “Mbak tolong tunggu di luar sebentar”. Pinta susternya.
Papa dan mama Silvia datang, “Gimana kamu sudah beritahu Galang”. “sudah ma tapi Galang langsung pingsan”. “Apa? Pingsan?”. Beberapa menit kemudian dokter keluar. “Kita harus segera melakukan operasi karena tumornya semakin menyebar luas, tetapi operasi terbaik adalah di Singapura dan saya harus mendapat persetujuan dari mamanya dan Galangnya sendiri”. Mereka segera berlari ke ruang ICU, mamanya Galang telah sadar, “Ma Galang harus di operasi tetapi di Singapura dan dokter butuh persetujuan dari mama, gimana?”. “Mama setuju setuju aja tetapi, apa Galangnya juga setuju?”. “Kita akan berusaha membujuk agar Galang setuju. Tak beberapa lama suster datang ke kamar mamanya Galang dan berkata  bahwa Galang ingin bertemu Silvia. Silvia segera berlari ke kamar Galang.
“Ada apa Lang?”. Tanya Silvia setelah memasuki kamar Galang. “Aku tidak setuju operasi. Aku takut nanti gagal”. Jawab Galang dengan sedikit sedih. “Lang tolong demi aku ya”. Pinta Silvia dengan sedikit memelas. “Baiklah aku setuju”. Jawab Galang sedikit ragu. Akhirnya Besok siang Galang diberangkatkan ke Singapura didampingi oleh Silvia, orang tua Galang, dan orang tua Silvia. SEMENTARA DI SINGAPURA.
Setelah mereka sampai di Singapura Galang langsung dikirim ke rumah sakit tercanggih yang ada di Singapura. Sementara Silvia dan orang tua Galang ikut ke rumah sakit, orang tua Silvia mencari Apartemen untuk menginap selama Galang di rawat di Singapura. “Doctor, what my son can to heal?”. “Oh, yes”.
Setelah beberapa lama dalam ruang operasi, akhirnya dokternya keluar. “How my son, doc?”. “Oh your son safe but her don’t look eagerly now ”. “Ok doctor”. Mama Galang langsung menghubungi  orang tua Silvia. “Jeng, Galang sudah selesai dioperasi dan operasinya berhasil”. “Alhamdulillah, apakah Silvia sudah tau?”. “oh dia sedang ke toilet nanti akan saya sampaikan berita ini ke Silvia. Oh ya apakah jeng sudah dapat Apartemennya?”. “Oh sudah, saya masih menurunkan barang-barang, nanti saya akan secepatnya kesana”. Tak beberapa lama silvia datang. {“Ya ALLAH semoga operasinya berhasil. Kabulkanlah do’aku ini ya ALLAH”}. Guman Silvia dalam hatinya dengan meneteskan air mata.
 “Gimana ma?”. Alhamdulillah operasinya berhasil tetapi, belum boleh di jenguk”. “syukur alhamdulillah. Mama, papa belum kesini ma”. “ oh belum tapi bentar lagi sampai kok”. Sudah beberapa bulan Galang di rawat di rumah sakit Singapura, akhirnya pulih dan diizinkan pulang ke Indonesia. Di Indonesia.
“Pelan-pelan saja Lang jalannya, kan kamu masih belum pulih betul”. Pinta Silvia dengan menggandeng Galang. Lama kelamaan Galang sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasanya. Dan akhirnya mereka semua hidup bahagia setelah Galang sembuh.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

0 comments :

Post a Comment